Titik Tolak dan Metode PerubahanKata-kata “hatta yughoyiru maa bianfusihim” (hingga mere-ka mengubah keadaan dirinya sendiri) menunjukkan kaidah mabda’ dan minhaj. Titik-tolak (mabda’) perubahan harus dimu-lai dari pembangunan kembali diri manusia (self-reconstruction) yang dilandasi kesadaran diri (self-awareness) dan ditopang oleh kemampuan diri (self-capability) yang memadai. Ini menuntut rekonstruksi nilai, sikap, pengetahuan dan orientasi atas realitas yang dihadapi. Titik tolak ini menuntun pada metode (manhaj) untuk mengedepankan pemberdayaan dan pendayagunaan potensi-potensi internal manusia dalam pro-ses perubahan menuju perbaikan.

Faktor-faktor eksternal di luar diri manusia ditempat-kan sebagai faktor pemicu dan pengembang (accelerating and advancing factors). Itulah sebabnya Nabi Muhammad di dalam membangun kembali masyarakat Muslim baru di kota Madinah mendasarkan kekuatannya pada: (1) kesatuan visi dan orientasi hidup (dengan langkah membangun masjid), (2) semangat persatuan dan solidaritas (mempersaudarakan Muha-jirin dan Anshar), (3) kemandirian dalam bidang ekonomi (mem-bangun pasar Muslim yang mandiri dari pasar Yahudi) dan (4) kedaulatan politik umat (perjanjian Madinah sebagai wujud kontrak sosial dengan pemeluk agama lain).

Secara konteks sosio-politik, cikalbakal masyarakat Muslim pertama di Madinah berada pada lingkaran persoalan- persoalan sosial, ekonomi, budaya dan politik yang sulit. Misalnya beban ekonomi kaum Anshar yang tidak didukung oleh tingkat kemakmuran yang memadai akibat perang saudara yang panjang, migrasi ratusan keluarga Muslim Makkah yang umumnya meninggalkan harta-kekayaannya, ekonomi dan perdagangan yang didominasi kaum Yahudi, pertemuan dua kultur masyarakat kota (urban) dan masyarakat pertanian (rural), serta potensi konflik kepentinan antar elit politik di Madinah. Namun dalam membangun masyarakat baru ini, Rasulullah SAW tidak menggantungkan diri pada faktor-faktor eksternal masyarakatnya, tetapi dengan membangun dan memperkuat kembali unsur-unsur internal masyarakat Muslim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *