Abstrak: Teori kepemimpinan telah begitu banyak diciptakan dan semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Para Nabi terdahulu pun telah mewariskan teladan kepemimpinan dalam misi mereka menyampaikan risalah mulia. Akan tetapi, masih terbilang sedikit dari para ahli yang coba mengkaji teladan kepemimpinan dari para Nabi-Nabi terdahulu. Paper ini dibuat untuk memberikan pemaparan dan penjelasan terkait teladan kepemimpinan para Nabi kepada para pemuda dan siapapun yang bertekad menjadi pemimpin masa depan Indonesia di bidang apapun. Dengan studi literatur yang dilakukan, penulis mencoba mengelaborasi teladan kepemimpinan dari beberapa Nabi yang populer di kalangan umat Islam

Kata Kunci: Kepemiminan, Teladan, Nabi, Indonesia

THEORY OF LEADERSHIP OF THE PROPHET AS ANSWER THE CHALLENGE OF ISLAMIC CIVILIZATION

Abstract: The theory of leadership has been very much created and evolved along with the times. The earlier Prophets have been legated the leadership model in their mission delivered the glorious treatise, Islam. However, not many experts who attempts to reviewing the leadership methods of the earlier Prophets. This paper was created to provide the exposure and description of the leadership model of the prophets to the youth and anyone who is determined to be the future leader of Indonesia in any field. With literature studies conducted, the author tries to elaborate the leadership model of some popular prophets among Muslims.

Keywords: Leadership, Model, Prophet, Indonesia

Pendahuluan

Dewasa ini, persoalan kepemimpinan menjadi persoalan penting bagi setiap Bangsa. Persoalan kepemimpinan sangat krusial bagi arah tumbuh suatu Bangsa. Kualitas kepemimpinan menjadi salah satu indikator penting maju tidaknya suatu Bangsa. Sebuah Bangsa dengan kualitas kepemimpinan yang buruk, semisal pemimpin yang kurang tegas, plin-plan, tidak bisa menjadi teladan, mudah disetir, dan berbagai gejala perilaku negatif, akan berdampak pada rusaknya tatanan kehidupan Bangsa tersebut.

Oleh sebab itu, proses regenerasi kepemimpinan menjadi penting untuk dikawal oleh masyarakat luas agar kualitas kepemimpinan Bangsa tersebut dapat senantiasa terjaga. Selain itu, peran masyarakat dalam mengawal regenerasi kepemimpinan menjadi salah satu bentuk partisipasi bagi masyarakat untuk menentukan nasib Bangsanya sendiri. Regenerasi kepemimpinan yang aman, berkualitas dan demokratis menjadi pekerjaan rumah bagi setiap Bangsa.

Sebagai contoh pada hari ini, proses regenerasi kepemimpinan Negara Amerika Serikat tengah menghadapi persimpangan jalan. Amerika Serikat kini dihadapkan kepada pilihan sulit saat proses regenerasi kepemimpinan hari ini. Pilihan-pilihan yang kurang menonjol dan meyakinkan secara kualitas dan track record, mengakibatkan rakyat Amerika Serikat menjadi gamang dalam partisipasinya kali ini. Entah bagi kaum Demokrat atau Republik, kandidat yang muncul bisa dibilang tidak sebanding kualitasnya dengan presiden sebelumnya yakni Barrack Obama.

Di sisi lain, kondisi yang tak kalah memprihatinkan dialami oleh Negara-negara Islam. Dimana hari ini masih terjadi killing fields besar-besaran dalam kesehariannya. Penyelesaian masalah dengan pertumpahan darah seakan menjadi satu-satunya pilihan. Korban jiwa pun berjatuhan, suasana semakin mencekam di Negara-negara Islam seperti Mesir, Tunisia, Libya, dan sekitarnya. Kepemimpinan di Negara-negara Islam yang tengah dirundung konflik seakan-akan terkubur dalam timbunan angkara murka.

Seharusnya, Dunia Islam menjadi pihak yang paling diuntungkan dalam persoalan kepemimpinan ini. Dunia Islam memiliki sosok pemimpin yang berintegritas, penuh keteladanan, kharismatik dan disegani oleh banyak pihak. Adalah Rasulullaah Muhammad Shalallaahu ‘alaihi wa salaam, seorang tokoh panutan yang telah membawa Bangsa Arab dari kejahiliyahan menjadi Bangsa yang maju dan disegani pada masanya.

Banyak analisis dan teori yang menjelaskan kenapa ini bisa terjadi. Salah satunya adalah ketidak-mampuan umat Islam hari ini dalam menerjemahkan dan menyerap nilai-nilai yang diteladani oleh Rasulullaah. Ironisnya, nilai-nilai yang dibawa oleh Rasulullaah malah secara lebih jauh di terapkan oleh Bangsa lain yang membuat mereka lebih maju, seperti Jepang dengan budaya disiplin dan respectnya, negara-negara di Eropa dengan nilai integritasnya, dan lain sebagainya.

Paper ini disusun dengan semangat belajar dan meneladani best practices dari para Nabi-nabi terdahulu dalam memimpin dan membawa umatnya menuju jalan cahaya pada masa mereka. Paper ini akan banyak membahas tentang Peradaban Islam, teori tentang perubahan, dan pengantar tentang kepemimpinan profetik. Meski Prof. Kuntowijoyo telah sebelumnya merumuskan kepemimpinan profetik, buku ini diharapkan dapat menjadi pelengkap teori yang telah beliau susun.

Bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *