Tantangan Peradaban Islam – Teori benturan peradaban (Clash of Civilization) yang diusung oleh Samuel P. Huntington hingga kini masih sebagai diskursus yang menarik untuk diperbincangkan. Bahkan teori ini menjadi rujukan atas kebijakan yang diambil oleh negara-negara Adikuasa seperti Amerika Serikat. Bentur-an peradaban yang digagas oleh Huntington diakibatkan oleh perbedaan identitas budaya dan agama pasca terjadinya Perang dingin. Huntington mengemukakan budaya dan agama-lah yang kerapkali menyebabkan terjadinya konflik.

Apakah benar demikian? Untuk bisa menjawab perta-nyaan tersebut, baiknya kita terlebih dahulu mengetahui lebih mendalam tentang apa itu peradaban.

Istilah peradaban seringkali disamakan dengan sistem kebudayaan, dan sistem pengelolaan masyarakat. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, Peradaban diartikan sebagai (1) kemajuan (kecerdasan, kebudayaan) lahir batin: bangsa-bangsa di dunia ini tidak sama tingkatnya; (2) hal yang me-nyangkut sopan santun, budi bahasa, dan kebudayaan suatu bangsa.

Beberapa tokoh dunia pun mencoba mendefinisikan apa makna dari peradaban (civilization). Seperti Prof. Koen-tjoroningrat yang memaknai peradaban sebagai bagian-bagian yang halus dan juga indah layaknya seni. Masyarakat yang telah maju di dalam kebudayaan tersebut berarti mempunyai peradaban yang tinggi. Alfred Weber mengemukakan bahwa pengertian peradaban ialah mengacu kepada suatu penge-tahuan praktis dan juga intelektual, serta juga suatu kumpulan cara yang bersifat teknis yang difungsikan untuk mengendali-kan alam. Adapun kebudayaan tersebut terdiri atas serang-kaian nilai, prinsip, normatif, dan juga ide-ide yang bersifat unik.

Dalam teorinya, Huntington membagi peradaban hari ini menjadi beberapa pembagian. Pembagian yang dilakukan oleh Huntington dilandasi oleh klasifikasi budaya dan agama di dunia hari ini. Setidaknya ada sepuluh klasifikasi peradab-an yang diidentifikasi oleh Huntington. Pembagian yang dilakukan oleh Huntington diantaranya adalah Peradaban Barat, Peradaban Islam, Peradaban Orthodoks, Peradaban Hindu, Peradaban Buddha, Peradaban Sino, Peradaban Jepang, Peradaban Afrika, Peradaban Amerika Latin, dan Peradaban Independen.

Tantangan peradaban islam

Gambar diatas memperlihatkan pembagian peradaban dunia hari ini beserta batas teritorinya. Terlihat bahwa setiap peradaban yang didefinisikan oleh Huntington tersebut dipengaruhi oleh kesamaan budaya, ideologi dan agama pada suatu teritori tertentu. Seperti halnya peradaban barat yang didefinisikan oleh Huntington pada peta, memiliki teritori yang sebarannya dipengaruhi oleh kesamaan budaya dan ideologi.

Lantas apa yang menyebabkan Huntington menyim-pulkan bahwa salah satu yang menyebabkan benturan –atau mungkin kita dapat memaknainya sebagai konflik– adalah faktor agama? Hal ini menarik untuk ditinjau lebih lanjut.

Namun, yang menjadi kenyataan hari ini adalah Islam yang didefinisikan sebagai sebuah peradaban oleh Huntington kerapkali menjadi objek yang dipertentangkan, atau bahkan dipersalahkan. Sampai munculnya fenomena Islamophobia yang menyeruak di benua Eropa dan Amerika, menjadi salah satu indikator dampak negatif dari teori yang dikemukakan oleh Huntington. Islamophobia pun dihadirkan sebagai bentuk rasa sakit hati peradaban barat terhadap fakta pahit perang salib dan keruntuhan Konstantinopel saat itu oleh Sultan Muhammad ke-II (al-Fatih).

Dengan segala fenomena yang terjadi hari ini, kemu-dian ada pertanyaan yang muncul. Apakah benar peradaban Islam yang menjadi gara-gara? Apakah memang Islam penye-bab segala konflik horizontal yang terjadi? kemudian, pantas-kah Islam dipersalahkan atas setiap konflik yang terjadi?

Setidaknya pembahasan pada bab pertama buku ini akan membahas dengan gamblang tentang apa dan bagaimana sesungguhnya peradaban Islam. Bagaimana Ia di bangun, apa tantangannya dan apa orientasinya.

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *