Rekonstruksi Peradaban Islam – Lanjutan dari artikel sebelumnya Kenyataan Hari Ini, Jatuhnya khilafah Ustmaniyah pada tahun 1924 M menjadi peristiwa pelecut semangat bagi ummat Islam yang saat itu tergabung di dalam kelompok-kelompok gerakan Islam. Semenjak saat itu, barulah seakan kesadaran untuk membangun tata kelola yang berlandaskan dustur-dustur Ilahiah kembali bangkit.

Jika ditelisik, apakah yang sebenarnya menjadi titik kritis atau urgensi peradaban Islam bagi ummat Islam itu sendiri. Perlukah suatu peradaban Islam itu ada dalam kehidupan seorang Muslim? Ini merupakan pertanyaan yang sesungguhnya tidak perlu ditanyakan kembali. Akan tetapi perlu penjelasan terkait seberapa penting hadirnya bangunan peradaban dalam kehidupan seorang Muslim.

Jika meninjau ilmu tentang maqashid syariah, maka jelaslah hadirnya atau adanya syariat Islam di dunia ini ada untuk lima hal. Hal-hal tersebut adalah untuk menjaga agama itu sendiri, menjaga diri, menjaga akal, menjaga harta, dan menjaga keturunan. Dari sana semakin tergambar bahwa kebutuhan syariat Islam yang berujung pada terbangunnya peradaban Islam menjadi keperluan dalam setiap pribadi Muslim.

Perjalanan yang masih teramat panjang untuk kembali membangun peradaban seperti pada masa dimana Rasulullah hidup. Rintangan demi rintangan harus sedianya dilalui untuk kembali membangkitkan peradaban Islam. Rintangan yang bersifat internal atau dari dalam diri, juga yang bersifat eksternal atau dari luar diri.

Peradaban Islam Hari Esok

Rekonstruksi Peradaban Islam

Bagaimana peta peradaban Islam hari ini di tengah-tengah peradaban-peradaban lain di dunia ? Pertanyaan ini perlu menjadi perhatian bagi kita untuk mengetahui, hari ini ummat Islam berada dalam kondisi yang seperti apa, dan dalam suasana persainganantar-peradaban yang bagaimana.

Hari ini peradaban Islam terwakili oleh negara-negara berhaluan Islam. Negara-negara ini tersebar di kawasan Asia, bagian utara Afrika dan sebagian benua Eropa. Pengaruh terbesar dalam dinamika percaturan peradaban-peradaban besar hari ini diantaranya adalah pada latar belakang politik dan ekonomi.

Diantara dua latar belakang tersebut, ada keterkaitan diantaranya. Ada perbedaan pendapat dalam penentuan mana yang lebih dahulu mempengaruhi yang lain. Beberapa ahli menyebutkan politik digunakan untuk kepentingan ekonomi. Para ahli yang lain menyebutkan ekonomi digunakan untuk kepentingan politik. Perbedaan pendapat yang terjadi menan-dakan keterkaitan antara politik dan ekonomi adalah relatif.

Menjadi suatu kepastian, setiap peradaban pasti ber-gerak menuju masa depan. Bergeraknya peradaban-peradaban di dunia menuju masa depan mengikuti singgungan dan gesekan antara peradaban satu dengan yang lain. Peradaban yang kuat maka ia akan mampu mengarahkan gerak per-adaban yang lain, bisa dengan resultan yang sama sehingga antar peradaban saling bergerak harmonis ataupunĀ  berlainan sehingga menghambat berkembangnya suatu peradaban.

Sebagai umat Islam, kita wajib meyakini bahwa pada akhirnya nanti (mendekati hari akhir) Islam dengan risalahnya yang mulia akan kembali berjaya diantara peradaban-per-adaban lain di dunia. Hanya saja yang masih menjadi misteri adalah kapan masa kejayaan itu kembali hadir. Apakah saat kita masih hidup, atau anak cucu keturunan kita yan

g akan merasakannya? Hanya Allah yang mengetahui. Namun, di balik itu semua tetap sejak hari ini pun ikhtiar harus tetap ditegakkan. Usaha-usaha untuk membangun kembali kejayaan peradaban Islam harus sudah digencarkan.

Terus bergerak namun tetap menyadarkan diri untuk tetap bisa melihat diri lebih dalam untuk memperbaiki diri terus menerus. Perbaiki setiap celah-celah yang ada pada diri umat Islam, sehingga menuju kejayaan peradaban Islam yang dinanti-nanti.

Pertanyaan untuk didiskusikan :

    1. Dalam tantangannya menghadapi gelombang Islamo-phobia dewasa ini, apa yang dapat seorang cendekia-wan Muslim lakukan sebagai sumbangsih terhadap peradaban Islam?
    2. Jika dikontekskan dalam konstelasi peradaban-per-adaban dunia hari ini, seperti apakah posisi peradaban Islam dikancah dunia? lalu apa sajakah tantangan-tantangannya?
    3. Jika kita berkaca pada peradaban Islam yang sempat mundur di abad pertengahan, apa pelajaran terbaik yang dapat kita ambil dalam rangka mengembalikan kejayaan peradaban Islam di masa mendatang?

 

Save

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *