Proses perubahan yang telah dimulai dari kesadaran diri dan didorong oleh kapasitas diri akan tergerakkan untuk merekonstruksi nilai, sikap, penge-tahuan dan orientasi. Belajar dari apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah dalam proses pembangunan manusia.

Rasulullah memulai perubahan masyarakat Arab ketika itu dari dirinya sendiri, Muhammad muda ketika itu dikenal dengan gelar Al-Amin-nya dan segala yang baik dalam dirinya. Dengan nilai mendasar yang dimi-likinya Ia mulai merekonstruksi nilai yang ada pada masyarakat Mekkah ketika itu. Secara perlahan nilai-nilai luhur Islam mulai menyebar ke seantero Mekkah, bahkan hingga Madinah dan beberapa wilayah Arab lainnya. Perubahan yang memerlukan pengorbanan besar dan waktu yang tidak sebentar untuk merekons-truksi nilai, sikap dan orientasi bangsa Arab kala itu.

Rekonstruksi nilai, sikap, pengetahuan dan ori-entasi juga demi mendapat ridha dan keberkahan dari Allah, dan agar terindar dari azabnya.

Dan apabila Allah menghendaki keburukan kepada suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya (QS Ar-Ra’d 13: 11)

Setiap cita-cita dan upaya perubahan hendaknya mengacu kepada hukum perubahan dan jalan kehidup-an yang digariskan oleh Allah. Selain itu, maka upaya perubahan tidak akan menghasilkan apapun, kecuali kerusakan demi kerusakan. Maka ketika orientasi bukan tertuju kepada Allah, maka yang akan didapatkan hanyalah keburukan dan kesia-siaan.

Nabi Muhammad Saw di dalam membangun kembali masyarakat Muslim baru di kota Madinah mendasarkan kekuatannya pada :

  1. Kesatuan visi dan orientasi hidup

Hal ini ditunjukkan ketika Rasulullah membangun masjid nabawi, bagaimana visi dan orientasi hidup hanya kepada Allah, Rabbaniyah menjadi asas dari setiap ibadah dan amal yang dilakukan.

  1. Semangat persatuan dan solidaritas

Hal ini ditunjukkan dengan mempersau-darakan kaun Muhajirin dan Anshar atas nama Islam. Bukan mengenai dari mana asalnya, dari mana sukunya, selama dia Islam maka kita semua bersaudara. Balutan persaudaraan ini menumbuhkan solidaritas kaum Muslimin kala itu, hingga semakin tumbuh menjadi lebih kuat dan tangguh.

  1. Kemandirian dalam bidang ekonomi

Rasulullah begitu memikirkan kemandi-rian ekonomi umat sebagai salah satu penopang bangkitnya umat. Pembangunan umat dalam aspek ekonomi begitu penting dalam perjalanan menuju kejayaan. Hal ini ditunjukkan Rasulullah dengan membangun pasar di Kota Madinah.

  1. Kedaulatan politik ummat

Kedaulatan politik kala itu ditunjukkan dengan adanya piagam madinah yang men-datangkan banyak manfaat bagi kaum Muslimin, salah satunya adalah manfaat tentang perlin-dungan keamanan, keadilan sosial, nasionalisme dan lainnya.

Rekonstruksi Nilai, Sikap, Pengetahuan dan Orientasi

Artikel berikutnya Realitas yang diHadapi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *