Perubahan Makroskopis – Tidak cukup jika kita hanya melihat hal-hal yang bersifat mikroskopis, hal-hal yang bersifat makroskopis pun juga harus dilihat dengan saksama untuk menunjukkan bukti-bukti bahwa perubahan yang terjadi didalamnya berlaku karena izin Allah.

Perubahan Makroskopis

Masih ingat tentang Big Bang Theory? Big Bang Theory adalah teori tentang permulaan alam semesta yang dikemu-kakan oleh seorang peneliti astronomi bernama Edwin Hubble. Menurutnya alam semesta pasti pernah mengalami proses pembentukan. Ia memaparkan, galaksi selalu bergerak menjauhi bumi, jarak antar galaksi pun selalu bertambah setiap waktu, dan itu berarti alam semesta tidak statis atau selalu berproses. Menurut Edwin Hubble, semua galaksi di alam semesta semula bersatu di satu titik, hingga kemudian terpecah-pecah karena suatu dentuman besar (big bang).

Big Bang theory yang dikemukakan oleh Edwin Hubble menunjukkan kepada kita bahwa segala sesuatu memiliki permulaan dan seiring berjalannya waktu segala sesuatu akan sedianya berubah. Perubahan itulah yang kita soroti dalam bab ini jua terjadi pada hal-hal yang bersifat makro.

Memang berbarengan dengan dimunculkannya Big Bang Theory, kaum materialis mencoba untuk memunculkan suatu antitesa dari Big Bang Theory. Mereka menyebutkan bahwa alam semesta sejak dahulu hingga nanti (masa-masa mendatang) berada pada suatu kondisi yang konstan. Mereka menganggap alam semesta tiada berubah sedikitpun dalam satuan masa (waktu).

Teori ini jelas bertentangan dengan sunatullah karena menegasikan perubahan dan dinamika daripadanya.

Beberapa penelitian dewasa ini menunjukkan bahwa alam semesta akan senantiasa berkembang hingga batas waktu yang belum terdefinisi.

Namun disisi lain, walau alam semesta semakin berkembang, keseimbangan benda-benda langit penyusun alam semesta senantiasa terjaga. Siapa yang menjaga? Bebe-rapa ahli menyebutkan yang menjaga adalah The Supranatural Power, yang pada penelitian lebih lanjut akan berujung pada pembuktian keberadaan Dzat yang Maha Kuasa, yang mengatur keseimbangan benda-benda langit untuk senantiasa terjaga dalam keteraturan.

Keteraturan yang terjadi ini, bukan berarti didalamnya tidak ada dinamika atau perubahan yang terjadi. Keteraturan yang terjadi pada benda-benda langit sudah mencakup dinamika dan perubahan benda langit itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *