Berikut ini 6 kriteria Prophetic Leadership yaitu :

  1. Yang pertama adalah Ta’muruna bil ma’ruf atau Misi Humanisasi
    Maksudnya bahwa Prophetic Leadership pastilah memiliki misi untuk memanusiakan manusia, istilahnya humanis. Dimana seorang pemimpin yang menggunakan konsep Prophetic Leadership pastilah memiliki tujuan untuk mengangkat harkat hidup manusia. Tidak hanya itu, Prophetic Leadership memiliki tujuan untuk menjadikan manusia bertanggung jawab atas apa yang telah dikerjakannya,dengan kata lain membangun kesadaran dalam diri masyarakat.
  2. Yang kedua, Tanhauna ‘anil munkar atau Misi Liberasi
    Maksudnya adalah misi untuk misi membebaskan manusia dari keterpurukan dan ketertindasan.
  3. Yang ketiga, Tu’minunabillah atau Misi Transendensi
    Maksud poin ketiga ini adalah adanya kesadaran ilahian dalam diri seseorang, yang mampu menggerakkan hati dan sikap orang ybs untuk ikhlas terhadap segala yang telah dilakukan. Apakah teman-teman tahu, bahwa kriteria utama kesuksesan seorang pemimpin adalah kesadaran akan peran dan fungsinya sebagai khalifah atau wakil Allah di muka bumi. Karena tanpa adanya visi dan misi keilahian yang kuat, keberhasilan seorang pemimpin hanyalah keberhasilan semu. Benar bukan? Jika kriteria pertama sampai ke tiga tadi berhubungan dengan misi Prophetic Leadership itu sendiri. Maka ciri ke empat hingga ke enam ini berkaitan dengan pribadi seseorang yang memiliki potensi untuk menerapkan Prophetic Leadership. Apa saja ciri-ciri itu?
  4. Yang ke empat, Seseorang yang berilmu, kuat, dan amanah. Prophetic Leader haruslah seseorang yang memiliki ilmu. Ilmu yang dimaksud meliputi pengetahuan dan hikmah yang mampu menjadikan seseorang mampu memutuskan kebijakan yang tepat, dan sejalan dengan akal sehat dan sunatullah.  Kemudian kekuatan. Bukan hanya kekuatan fisik, namun lebih kepada kekuatan untuk memegang amanah. Kenapa hal ini penting sekali? Begitu pentingnya pemimpin yang memiliki kekuatan untuk memegang amanah sehingga hal ini pernah disinggung oleh Rasulullah saw…Disebutkan dalam Riwayat Imam Muslim, bahwa suatu hari Abu Dzar Al Ghifariy pernah berkata kepada Rasulullah:“Ya Rasulullah tidakkah engkau mengangkatku sebagai penguasa (amil)?”  Rasulullah pun menjawab: “Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau orang yang lemah. Padahal kekuasaan itu adalah amanah yang kelak di hari akhir hanya akan menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali orang yang mengambilnya dengan hak, dan diserahkan kepada orang yang mampu memikulnya.”Dan terakhir adalah seseorang yang amanah, yaitu seseorang yang memiliki kredibilitas dan integritas tinggi, serta dapat dipercaya oleh yang dipimpinnya. Orang ini haruslah tidak mudah goyah oleh godaan harta, takhta, dan nafsu dalam menjalani amanah
  5. Yang ke lima, Seseorang yang memiliki daya regenerasi. Dalam sebuah Prophetic Leadership, penting sekali memiliki seseorang yang mampu mewariskan sifat-sifat Prophetic Leadershipnya. Karena bagaimana mungkin kita berjuang menegakkan Prophetic Leadership selama kita hidup, namun gagal mewariskannya?  Karena Prophetic Leadership hanya puas ketika mereka dapat melahirkan generasi penerus yang lebih baik disbanding era mereka.
  6. Yang ke enam, Seseorang yang memiliki ketakwaan. Ketakwaan menjadi unsur penting yang harus dimiliki seorang pemimpin. Sebegitu pentingnya sifat ini sehingga dalam sebuah riwayat menyebutkan bahwa tatkala nabi Muhammad saw melantik seorang panglima pasukan atau ekspedisi perang, beliau berpesan kepada mereka, terutama pesan untuk selalu bertakwa kepada Allah dan bersikap baik kepada kaum muslim yang bersamanya.

Nah berikut tadi ke enam kriteria Prophetic Leadership. Semoga kita selalu termotivasi untuk menjadi seseorang yang selalu meneladani nabi, termasuk caranya dalam memimpin, aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *