Kepemimpinan Profetik Al-QuranPada QS Al Baqarah ayat ke 247, ditemukan beberapa kaidah mendasar berkaitan dengan kepemimpinan, yaitu: Kepemimpinan dalam sebuah revolusi dimunculkan dengan dua kaidah dasar, yaitu: pertama, pemimpin revolusi adalah orang yang tumbuh dari masyarakat itu sendiri, sehingga ia paham dan mampu merasakan denyut nadi penderitaan masyarakat serta memiliki basis sosial yang kokoh. Kedua, pemimpin revolusi adalah orang yang harus setidaknya memenuhi dua kualifikasi: (a) berwawasan luas dan (b) kemampuan fisik yang handal.

Selanjutnya  pada  QS  Al  Baqarah  ayat  ke  248,  kita dapati kunci kemenangan, yaitu:

  1. Inilah doktrin dasar perjuangan yang harus dipegang oleh setiap Muslim. Bahwa benar akan muncul sekian banyak kekuatan perlawanan unuk menumbangkan kezhaliman, dan mereka akan menggunakan beraneka macam bendera. Tetapi kekuatan yang dijanjikan kemenangan oleh Allah SWT adalah kekuatan yang mewarisi risalah kenabian dan mereka tegak di atas nilai-nilai kebenaran
  2. Kunci kemenangan bagi kekuatan pewaris risalah kenabi-an, bukan semata karena mereka dijanjikan pertolongan dari Allah SWT. Tetapi juga pada kondisi prasyarat yang mereka miliki, yaitu sakinah (ketentraman). Dalam suatu pertarungan, dibutuhkan 3 macam ketenangan, yaitu: (a). ketenangan ideologis, yaitu keyakinan dan keteguhan terhadap kebenaran yang diperjuangkan dan terhadap pertolongan Allah. (b). ketenangan psikologis, yaitu sikap
  3. Jiwa di dalam menghadapi kekuatan lawan dan di dalam mengendalikan gejolak kejiwaannya. (c). ketenangan syari’at, yaitu konsistensi di dalam syari’at dan metode dalam berbagai dinamika situasi-kondisi yang dihadapi. Semua bentuk ketenangan ini hanya muncul dari sikap berpegang teguh kepada Kitab Allah.

Demikianlah, syarat-syarat kemenangan yang sedianya perlu diselaraksan dalam penerapan kepemimpinan profetik yang mengacu pada Al-Quran dan kehidupan para Nabi.

Penutup

Teori kepemimpinan yang merujuk pada bagaimana para Nabi terdahulu mengemban amanah mulia ternyata memiliki sistem nilai dan karakteristik yang sangat mungkin diterapkan oleh siapapun di hari ini. Bagaimana pemimpin ideal hari ini yang mengacu pada teladan kepemimpinan Nabi, haruslah ia yang mampu menunjukkan teladan dari perangainya sebagai pengejawantahan dari visi ilahiyah-nya, memiliki fisik yang kuat, berilmu dan berwawasan luas, amanah dalam mengemban tugas dan misi, senantiasa berpikiran untuk dapat mewariskan kebaikan pada periode kepemimpinan berikutnya, dan yang paling penting dari semuanya adalah pemimpin yang tunduk patuh dihadapannya Tuhannya.

Teori ini begitu relevan dalam menjawab persoalan dan tantangan peradaban Islam di hari ini. Teori ini dapat menjadi acuan bagi pemuda dan siapapun yang menghendaki dirinya menjadi pemimpin Indonesia di masa mendatang di berbagai sektor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *