Dinamika perubahan itu pada hakikatnya adalah suatu hal yang tetap, ia adalah refleksi dari akal dan jiwa manusia. Perubahan atau dinamika pada manusia akan mencermikan kondisi akal dan jiwa daripada manusia itu sendiri.

Akal adalah sesuatu yang menjadi pembeda manusia dengan makhluk-makhluk Allah lainnya. Akal diciptakan Allah untuk melengkapi terciptanya manusia dalam memudahkan menjalankan fungsi dan perannya di muka bumi ini. Dengan Akal, manusia dapat menim-bang-nimbang baik dan buruk, untung dan rugi. De-ngan akal pula lah manusia dapat menjadi manusia yang terhormat atau bahkan terhina.

Selain akal, Allah melengkapi manusia dengan jiwa. Dengan jiwa, manusia bisa memiliki perasaan. Perasaan timbul karena jiwa yang berdinamika. Perasa-an dapat melembutkan perangai seseorang. Dengan perasaan kita mampu berempati, mampu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Ketidakhadiran perasaan dalam diri seseorang dapat menyebabkan hilangnya empati dan perilaku kejam dapat muncul.

Kombinasi yang baik antara akal dan jiwa (perasaan) pada manusia yang saling berkelindan akan mendorong manusia untuk berdinamika, untuk berubah. Seseorang yang hanya menggunakan akal nya saja akan menjadi orang-orang yang kejam dan bringas. Sebaliknya, seseorang yang hanya menggunakan pera-saannya saja akan menjadi seorang yanglemah dan mudah tertindas. Oleh karenanya, dibutuhkan kom-binasi yang baik antara akal dan peristiwa agar reso-nansi perubahan dalam diri dapat terjadi dengan terarah dan dapat dikendalikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *