Pada setiap perubahan, sesungguhnya yang ber-ubah dan terus berkembang adalah gejala atau feno-mena dari perubahan itu sendiri. Gejala atau fenomena tersebut, terjadi sebagai dampak dari proses interaksi dan kreasi antar manusia yang melibatkan aspek material, teknis dan organisatoris.

Gejala menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti perihal (keadaan, peristiwa, dan sebagainya) yang tidak biasa dan patut diperhatikan (ada kalanya menandakan akan terjadi sesuatu). Gejala secara bahasa berarti kejadian atau peristiwa yang diamati dan dijadi-kan dasar untuk mempertanyakan peristiwa atau kejadi-an itu. Gejala yang terus berubah dan berkembang disebabkan karena interaksi antar aspek yang menyu-sunnya. Sebelumnya telah terdefinisi bahwa aspek yang terlibat antara lain, aspek material, teknis dan organi-satoris.

Aspek material dalam konteks interaksi yang menyebabkan berkembangnya gejala perubahan, berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan aspek fisik dalam diri manusia. Aspek-aspek fisik ini yang men-dukung terjadinya interaksi.

Aspek teknis dalam konteks interaksi yang menyebabkan berkembangnya gejala perubahan, berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan aspek ruang dan waktu. Interaksi terjadi pasti dalam koridor ruang dan waktu. Tidaklah mungkin interaksi terjadi di ruang hampa.

Sedangkan aspek organisatoris dalam konteks interaksi yang menyebabkan berkembangnya gejala perubahan, berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan konstruksi kejadian dan peristiwa. Disana terdapat sebab akibat serta aksi dan reaksi dari manusia sebagai subjek yang berubah.

Interaksi pada manusia, setidaknya dapat dibagi menjadi dua klasifikasi menurut asal dari interaksi tersebut. Klasifikasi yang pertama adalah interaksi karena sengaja. Interaksi ini berasal dari aksi-aksi yang direncanakan sebelumnya.

Kemudian, klasifikasi yang kedua adalah inter-aksi yang terjadi dengan tidak disengaja. Interaksi ini tidak didahului oleh aksi-aksi yang terencana yang terjadi sebelum interaksi berlangsung. Namun, sebagai seorang yang beriman, segala interaksi yang terjadi di dunia ini, tiada yang luput dari pengawasan Yang Maha Berkehendak.

Seperti yang terbahas pada bab sebelumnya bahwa, perkembangan seseorang dipengaruhi oleh dua hal yakni nature dan nurture, alamiah dan lingkungan. Pengaruh lingkungan dalam perkembangan manusia seringkali memberikan interaksi dan pengalaman dalam diri manusia untuk menentukan sikap dan menemukan jati diri dari setiap peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidupnya.

Seseorang yang seringkali mengalami peristiwa kemalangan dalam hidupnya tentu akan menciptakan sesorang dengan karakter berbeda dengan seseorang yang dalam hidupnya diwarnai oleh kebahagiaan. Pengalaman akan peristiwa-peristiwa itu akan mem-bentuk bagaimana seseorang memandang sesuatu, bagaimana seseorang menyelesaikan permasalahan dalam hidupnya, dan bagaimana seseorang menyikapi perbedaan.

Interaksi dalam diri manusia itu tidak dapat dihindari. Apapun klasifikasi berdasarkan asalnya, interaksi akan senantiasa mewarnai kehidupan manusia. Begitu juga dengan apapun muatan interaksi apakah positif maupun negatif, interaksi tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

Diawali Oleh Interaksi

Lanjut ke artikel berikutnya 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *