Berkembangnya Peradaban Islam – Melanjutkan artikel sebelumnya tentang Idealnya Peradaban Islam, maka pada artikel kali ini kami akan lanjutkan dengan berkembangnya peradabaan islam. Berkaca pada seperti apa idealnya peradaban Islam dibangun dan berpengaruh di dalam percaturan peradaban-peradaban di dunia, maka kita dapat memetakan beberapa fase dalam perkembangan peradaban Islam.

Sederhananya kita dapat membagi fase Peradaban Islam dalam tiga tahapan. Tahapan tersebut diantaranya adalah :

  1. Tahapan pertama adalah masa sebelum kehadiran Rasulullah hingga Rasulullah hijrah ke Madinah.
  2. Tahapan yang kedua adalah saat Rasulullah hijrah ke Madinah hingga masa khalifah rasyidah.
  3. Tahapan yang ketiga, yakni sepeninggal Khalifah Rasyidah hingga kini.

Dalam setiap fase peradaban Islam terdapat banyak peristiwa-peristiwa sejarah. Peristiwa-peristiwa sejarah terse-but merekonstruksi tatanan kehidupan bermasyarakat. Se-hingga dari peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi di setiap perguliran fase peradaban Islam, membentuk cara pandang, yang pada akhirnya mendasari terbangunnya peradaban.

Jika menilik seperti apa bentuk idealnya peradaban Islam dari yang kita sebelumnya bahas, dari ketiga tahapan peradaban Islam, yang paling ideal adalah pada tahapan kedua yakni pada masa setelah hijrahnya Rasulullah ke Madinah hingga masa berakhirnya pemerintahan khalifah rasyidah yang beberapa ‘ulama menandakan berakhirnya dengan berakhirnya masa pemerintahan khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Kesimpulan ini merujuk pada seberapa jauh landasan peradaban Islam, yakni Qur’an dan hadist diimplementasikan pada kehidupan bermasyarakat saat itu. Semasa Rasulullah hidup, tentunya tidaklah akan menemukan kesulitan dalam pengejawantahan syariat Islam, karena keberadaan sosok Rasulullah di sana sebagai sumber syariat Islam itu sendiri. Firman dari Allah disampaikan melalui perantara Rasulullah untuk selanjutnya disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia.

Saat itu, sumber hukum rujukan tak lain dan tak bukan adalah dustur ilahiah yang mengalir melalui lisan Muham-mad saw. Sehingga, acuan dan titik tumpu pembangunan peradaban (atau ketika itu masih dalam skala pembangunan masya-rakat madani) begitu kuat bertumpu pada sumber kebenaran itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *